Showing posts with label Purworejo. Show all posts
Showing posts with label Purworejo. Show all posts

Tuesday, March 1, 2016

CFD-an di Pantai Jetis Lanjut Nangkep Undur Undur di Pantai Ketawang

Minggu, 28 Februari 2016 pukul 04.00 WIB dini hari kami berangkat ke Pantai Jetis untuk olahraga sekaligus menikmati indahnya matahari terbit alias sunrise, namun sayang karena cuaca mendung dan hujan sunrise tidak kami dapatkan. Kami akhirnya hanya joging dan mandi di Pantai Jetis. Setelah Puas di Pantai Jetis, kami melanjutkan mengunjungi Menara Suar (Mercusuar) Ketawang yang lokasinya tidak berjauhan, dengan membayar Rp. 5.000,- per orang,kami menaiki menara hingga ke puncaknya setinggi 40 M. Setelah puas menikmati pemandangan pantai dan tambak dari ketinggian menara, kami melanjutkan trip ke Pantai Ketawang untuk melihat tambak udang teman, sekaligus mencari undur-undur di Pantai Ketawang. 
Penasaran Serunya trip kali ini?,...Silahkan simak dua video berikut ini :
1. CFD-an di Pantai Jetis Kutoarjo-Purworejo

2. Nangkep Undur Undur (lagi) di Pantai Ketawang

Untuk Pantai Jetis, ternyata pantai ini ramai dikunjungi oleh warga pada hari libur, hal ini dikarenakan ombak di pantai ini tidak terlalu besar, sehingga aman untuk berenang, kemudian ombaknya tidak membawa pasir, sehingga airnya jernih dan bersih. 
Sementara Pantai Ketawang jarang bahkan tidak ada orang berenang kecuali nelayan pencari ikan dan undur-undur, hal ini disebabkan karena ombak di pantai ini memang cenderung tinggi dan besar dengan tekanan yang lumayan kuat, kemudian ombaknya juga membawa serta pasir-pasir  sehingga ombaknya pun kotor.

Tuesday, February 23, 2016

Pantai Ketawang Kutoarjo; Kombinasi Tambak Udang, Undur Undur dan SUNSET

Trip tak terencana kembali terjadi, Senin 22 Februari 2016 saya dan rekan berangkat menuju Pantai Ketawang dengan tujuan utama untuk survey Tambak Udang, Niat awal tersebut karena saya sempat tertarik untuk investasi sewa tambak udang, penasaran,...akhirnya saya memberanikan diri mendatangi lokasi tambak dimana salah satu pemiliknya adalah salah satu rekan di kantor. Saya pikir, jadi tidaknya investasi yang penting berkunjung dulu, biar ga penasaran,..hehehhee.........
Ternyata setibanya disana selain melihat tambak udang, banyak hal-hal indah yang kami dapatkan, diantaranya menangkap Undur Undur- salah satu jenis hewan laut yang biasanya dijadikan umpan pancing bagi nelayan, namun ternyata enak juga untuk dimakan (mateng, tentunya). Kemudian menjelang sore hingga malam kami disuguhi pemandangan indahnya SUNSET di tepi pantai. 
Setelah berbasah-basah ria menangkap undur undur, ternyata tidak bisa langsung dimasak (digoreng), sebagaimana layaknya hewan laut lainnya ternyata wajib juga dibersihkan, cangkangnya harus dilepas dari badan undur undur karena di cangkang itu terdapat semacam tanduk/antena lembut yang katanya mengandung racun dan menyebabkan pusing, makanya satu persatu saya mencoba untuk melepaskan sekaligus membersihkannya. Setelah itu, undur undur direbus menggunakan air yang sudah dicampur dengan garam atau bisa juga bumbu penyedap seperti Royco, nah...setelah itulah bisa dimasak sesuai keinginan kita, tapi biasanya yah digoreng.......
 
Well,...ga perlu panjang lebar semuanya bisa disimak di tiga (3) video berikut ini :
1. Video ini merupakan rekaman bagaimana kami menangkap undur-undur yang lumayan butuh perjuangan
2.  Video ini merupakan rekaman indahnya view Sunset di tepi pantai sembari duduk di dekat waduk
3. Video berikut ini, biasa video narsis saya, tetap dengan view sunset,...hahahhaa......
Di Pantai Ketawang ini sebagian besar area pinggirnya dimanfaatkan oleh warga sebagai tambak udang. Pemilik atau penyewa biasanya adalah bukan pebisnis murni tambak, sebab sebagian besar juga punya usaha lain seperti peternakan ayam, kebun tebu bahkan pengusaha hingga PNS sebagaimana rekan kami. Yah,...dari sisi ini saya sangat setuju bahwa di era sekarang ini memang kita selayaknya tidak memiliki hanya satu sumber pemasukan atau penghasilan, kita harus kreatif, punya usaha lain selagi mampu untuk tabungan di masa depan, bagi anak dan cucu kita nantinya,....Eaaaaaaaaaaaaaaaaa...................
================================

Tuesday, February 2, 2016

Berburu Durian di Gunung Tumpeng Purworejo

Masih dalam rangka melampiaskan hasrat penyuka durian, trip kali ini kami mengunjungi salah satu desa yang berada di Gunung Tumpeng Purworejo, daerah ini juga terkenal sebagai penghasil durian terenak disini. Nah kebetulan pula, salah satu rekan saya yang asli sini, masa kecilnya dihabiskan disana, yah...dimana rumah dan sebagian keluarga besarnya masih berada di wilayah tersebut. Tercatat saya sudah kali kedua datang ke tempat ini, ciri khas pelayanan tuan rumah disini adalah selain kita disuguhi durian, juga ada teh manis, kue-kue kering dan hasil panen lainnya, kalau di kesempatan pertama saya disuguhi ubi rebus, kali ini jagung putih rebus yang buat saya baru pertama kali makannya, ternyata lebih enak dari jagung biasa,..hahahaha.....
Bagi saya berkunjung ke daerah ini selain makan durian, juga mengobati rasa kangen akan kampung halamanku Pagar Alam yang juga pegunungan dan masih banyak pohon dan pertanian penduduk, bedanya disini rumah penduduknya khas jawa semacam joglo kalau di kampung saya rumahnya mayoritas adalah rumah panggung. Jadi semacam cenderung norak gitu lah,...saya seperti de javu ingat kampung halaman, ingat masa kecil bersama memori-memori lainnya,...hahahahaha.....
 
Jadi, buat teman-teman maniak durian, sempatkanlah berkunjung ke Purworejo kalau tidak sempat mengunjungi langsung desa-desa penghasil duriannya, paling tidak di sepanjang jalan di wilayah Purworejo akan banyak ditemui penjual durian,..yah tetap yah harus pintar nawar dan pilih duriannya, karena hitungannya sudah pedagang orang kesekianlah, jadi bisa jadi harganya lumayan mahal.
 
 
 
Ngilerrrrr khan......Ngencesss khan....hahahahaha.......tapi sayang musim durian tahun ini sebentar lagi akan berakhir, sesuai jadual musimnya setiap tahun musim durian itu biasanya dimulai dari Desember (akhir tahun) hingga Februari akhir, puncaknya yah,..sampe pertengahan Februari, setelah itu biasanya merupakan buah penghabisan musim, yah.., karena sisa biasanya kualitas rasanya juga sudah berkurang. Jadi kalau teman-teman tahun ini terlambat hunting, so plan untuk akhir tahun ini hingga Februari tahun depan yah,...hahahaha,.....................

Grebeg Durian Desa Kaligono - Kaligesing Purworejo

Minggu, 31 Januari 2016 saya bersama rekan-rekan mengunjungi acara festival Grebeg Durian di Desa Kaligono-Kaligesing Purworejo. Niat awalnya mau ikut lomba makan durian dengan membayar Rp. 20.000,-, namun setelah tahu pesertanya membludak mencapai 400 orang saya memilih mundur,..hahahhaa....
Namun demikian, Alhamdulillah saya bersama rekan-rekan mendapatkan durian gratis dari pemerintah daerah setempat dan makan duriannya di balai desa. Kegiatan ini selain memperkenalkan produk durian Desa Kaligono juga sekaligus menjadi ajang promosi desa wisata Kaligono yang juga memiliki beberapa obyek wisata yang patut dan layak dikunjungi seperti Goa Seplawan, Curug Siklotok, Taman Sidandang dan lainnya,...mmhhh....Alhamdulillah sih tiga tempat yang disebutkan tersebut saya sudah pernah mendatanginya....hahahaha..............
Menurut pak Suroto, selaku Kepala Desa Kaligono bahwa acara ini terselenggara berkat swadaya dari masyarakat, semua durian yang ada merupakan sumbangan warga, sementara untuk hadiah lomba dan doorprize berasal dari sponsor, dan berdasarkan pengamatan saya sepertinya sponsor utama acara ini adalah Bank BRI, karena semua panitia menggunakan kaos berlogo BRI.
Purworejo memang terkenal sebagai salah satu wilayah penghasil durian enak di Indonesia, dan ini memang telah saya buktikan semenjak dinas di wilayah ini, tercatat saya sudah dua kali musim panen durian disini (lebayyy....biar kesannya sudah lama, hahaha.....). Menurut informasi yang saya dapat masing-masing desa memiliki kebun durian sendiri dengan rasa yang unik, jadi katanya sih orang akan bisa membedakan apakah durian ini asli dari Purworejo atau daerah lainnya, demikian juga orang yang ngerti durian juga akan bisa membedakan apakah durian ini berasal dari desa Kaligono atau desa lain yang ada di Purworejo,...mantabbbbzzzz khan......
Baiklah,...lanjut yah ceritanya, setelah puas menyantap durian gratis plus teh manis dan soto mie di Balai Desa, kami melanjutkan hunting durian di rumah-rumah penduduk sekitar, sebab ternyata di area lomba panitia melarang penduduk menjual durian saat lomba berlangsung, sehingga bagi yang mau membeli diarahkan menuju rumah-rumah penduduk sekitar yang letaknya agak jauh dari area lomba.
Namun ternyata karena masih terbawa "aura" lomba dan peminat yang banyak, harga duriannya cenderung tinggi alias mahal, sehingga kami memutuskan untuk tidak membeli dan berniat membeli di sepanjang arah jalan pulang saja. Oyah, bicara tentang jalan,...karena membludaknya pengunjung membuat parkiran pun tumpah ruah hingga ke jalan, dan akibatnya jalan di area lomba macet total dan nyaris tidak bisa dilalui, alhasil saya dan rekan-rekan menunggu sedikit hingga agak lowong baru bisa jalan pulang. Karena macet sepanjang perjalanan pulang, kami akhirnya juga tidak memutuskan untuk membeli durian di sepanjang jalan pulang sebab jalanan yang sempit membuat kalau satu mobil berhenti saja macetnya sudah mengular, sehingga kami memutuskan untuk membeli durian di pasar Baledono Purworejo, karena menurut info disana terdapat banyak penjual durian dan murah.
 
And,.....Alhamdulillah cerita itu terbukti kebenarannya, di pasar ini banyak penjual durian dengan harga yang terjangkau alias bisa ditawar, kondisi durian bagus, wangi dan nyaris tanpa cacat. Setelah berhasil memilih durian yang kami anggap bagus, kami pun pulang dengan membawa durian, namun dampaknya mobil saya jadi wangi durian,..hahahahhaa.................

Sunday, January 10, 2016

Curug Sidhandhang Purworejo bersama Sahabat Kapas



Trip kali ini saya berhasil “meracuni” teman-teman #Sahabatkapas untuk mengunjungi Curug Sidhandhang (pada postingan sebelumnya saya tulis curug sidandang). Sabtu 09 Januari 2016 sesuai jadual teman-teman Sahabat Kapas datang ke LPKA Klas I Kutoarjo melakukan bimbingan kepada anak-anak, bincang-bincang sambil melakukan bimbingan mereka ternyata sangat tertarik untuk berkunjung ke Curug Sidhandhang dimana sebelumnya saya sudah pernah kirim-kirim foto saya ketika berada disana. Singkat cerita, kesepakatan pun terjadi, selepas kegiatan kami akan berangkat ke tempat tujuan. Namun teman-teman Sahabat Kapas meminta waktu untuk ke pasar beli baju dan celana untuk ganti, karena ini diluar rencana dan spontan,...hahahahhahaa..............
 

Saya bersama tim (farid dan ardi) mengendarai mobil sendiri sementara teman-teman Sahabat Kapas mengikuti di belakang dengan mobil mereka. Perjalanan kurang lebih 45 menit, dimana sepanjang jalan banyak sekali penjual duren, hal ini sangat berbeda ketika saya pertama kali kesana, hanya ada satu penjual duren,..mmhhhh.....yah...karena saat ini musim duren mulai memasuki puncak panennya dan infonya sudah mulai “sedikit” murah karena pasokannya yang banyak....yummiii............
 
Berbeda juga dengan kedatangan sebelumnya, kali ini ternyata lumayan banyak pengunjung (karena sabtu kali yah,...) terdapat beberapa mobil terparkir di lokasi, tiket masuk tetap sama Rp. 3.000,- per orang, parkir mobil Rp. 5.000,- dan untuk sewa pelampung saya lupa, karena saya tidak sewa, namun teman-teman Sahabat Kapas yang sewa karena masih takut dengan kedalaman air yang berkisar antara 5 hingga 7 meter....hahahaha......Setelah ganti kostum, adventuring dimulai.....teman-teman Sahabat Kapas terlihat sangat menikmati suasana di lokasi dari yang awal-awal takut hingga ga mau pulang,....hahahahhaa........

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, karena takut kesorean dan ada beberapa agenda kegiatan lainnya kami memutuskan untuk pulang, langsung pisah kami lanjut ke Kutoarjo dan teman-teman Sahabat Kapas melanjutkan perjalanan menuju kota Solo.

Monday, December 7, 2015

Taman Sidandang; Keindahan Alami di Purworejo



Purworejo; 27 November 2015. Berbekal penasaran akan objek wisata di kota Purworejo, tersebutlah sebuah nama tempat Taman Sidandang. Tempat ini sudah pernah dikunjungi oleh salah satu staff di kantor, sehingga dia menyarankan untuk pergi kesana; masih alami dan enak buat berenang begitu promonya. Seperti biasa sebelum berangkat saya sempatkan untuk browsing dulu untuk memastikan apakah tempatnya benar-benar indah.
Berdasarkan hasil “mata-mata” saya dari situs kabupaten Purworejo bahwa objek wisata Taman Sidandang  terletak di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing. Hanya membutuhkan waktu 20 menit dari Kota Purworejo dengan jarak tempuh 17 kilometer menuju taman sidandang, didukung dengan jalan yang sudah beraspal sehingga memudahkan untuk mengakses rekreasi di Desa wisata Kaligono. Bahkan Kaligono termasuk dalam 10 besar Desa wisata terbaik tingkat Nasional. Sehingga tidak heran, banyak masyarakat yang berkunjung untuk berekreasi. Obyek wisata yang mulai dirintis sejak Januari 2015  dan  diresmikan Bupati Purworejo.

Singkat cerita saya berangkat sekitar pukul 08.00 WIB karena berhubung hari Jumat dan ditakutkan sore harinya Hujan (sudah masuk musim hujan). Terbukti memang perjalanan menuju lokasi jalanan beraspal halus sehingga untuk model mobil saya lumayan aman. Sampai di lokasi kami memarkirkan mobil (belum ada parkiran mobil yang disediakan khusus), langsung disambut oleh petugas pendaftaran dengan lokasi ala kadarnya (warung), dengan tarif masuk Rp. 3.000,- per orang kami juga ditawari baju pelampung karena menurut info petugas kedalaman air berkisar antara 4 meter hingga 7 meter sehingga untuk keamanan disarankan sekalius menyewanya. Saya lupa berapa tarif sewa yang pasti bertiga termasuk lengkap dengan baju pelampung cukup dengan Rp. 24.000,- saja.


Kami langsung menuju lokasi dengan berjalan kaki, tempatnya lumayan sudah tertata rapih, kami langsung menuju spot spot air terjun yang masing-masing dibawahnya terdapat semacam kolam dengan kedalaman yang berbeda-beda. Dari jauh memang terlihat seperti dandang (tempat air/nasi) yang berderet dimana diatasnya ada air yang mengalir. Mmhhh....saya pikir mungkin itulah kenapa namanya SIDANDANG, benar tidaknya ga tau yah,...soalnya cuma pendapat pribadi sih...hahahaha....

 
 
Hari itu cuma kami yang berkunjung, sehingga kami bebas menikmati setiap spot..hahahhaa.....menurut bapak-bapak yang saya temui yang sedang membangun pagar bambu di sepanjang curug menyebutkan bahwa lokasi ini lumayan ramai dikunjungi di hari sabtu dan minggu, kemudian si bapak juga menjelaskan bahwa lokasi ini masih dikelola oleh Karang Taruna. Biaya yang masuk setiap akhir bulan dibagi ke Karang Taruna desa sebagai pengelola dan warga yang lahannya dilalui oleh objek wisata ini.

Okeh,...baiklah cukup cerita singkatnya....monggo dilihat  beberapa foto lokasi,  plus foto-foto narzizzz saya, hahahhaa....check it out.....semoga temans sekalian tertarik untuk berkunjung, turut melestarikan dan mengangkat objek wisata Indonesia tanpa merusaknya yah.......