Showing posts with label Durian. Show all posts
Showing posts with label Durian. Show all posts

Tuesday, February 2, 2016

Berburu Durian di Gunung Tumpeng Purworejo

Masih dalam rangka melampiaskan hasrat penyuka durian, trip kali ini kami mengunjungi salah satu desa yang berada di Gunung Tumpeng Purworejo, daerah ini juga terkenal sebagai penghasil durian terenak disini. Nah kebetulan pula, salah satu rekan saya yang asli sini, masa kecilnya dihabiskan disana, yah...dimana rumah dan sebagian keluarga besarnya masih berada di wilayah tersebut. Tercatat saya sudah kali kedua datang ke tempat ini, ciri khas pelayanan tuan rumah disini adalah selain kita disuguhi durian, juga ada teh manis, kue-kue kering dan hasil panen lainnya, kalau di kesempatan pertama saya disuguhi ubi rebus, kali ini jagung putih rebus yang buat saya baru pertama kali makannya, ternyata lebih enak dari jagung biasa,..hahahaha.....
Bagi saya berkunjung ke daerah ini selain makan durian, juga mengobati rasa kangen akan kampung halamanku Pagar Alam yang juga pegunungan dan masih banyak pohon dan pertanian penduduk, bedanya disini rumah penduduknya khas jawa semacam joglo kalau di kampung saya rumahnya mayoritas adalah rumah panggung. Jadi semacam cenderung norak gitu lah,...saya seperti de javu ingat kampung halaman, ingat masa kecil bersama memori-memori lainnya,...hahahahaha.....
 
Jadi, buat teman-teman maniak durian, sempatkanlah berkunjung ke Purworejo kalau tidak sempat mengunjungi langsung desa-desa penghasil duriannya, paling tidak di sepanjang jalan di wilayah Purworejo akan banyak ditemui penjual durian,..yah tetap yah harus pintar nawar dan pilih duriannya, karena hitungannya sudah pedagang orang kesekianlah, jadi bisa jadi harganya lumayan mahal.
 
 
 
Ngilerrrrr khan......Ngencesss khan....hahahahaha.......tapi sayang musim durian tahun ini sebentar lagi akan berakhir, sesuai jadual musimnya setiap tahun musim durian itu biasanya dimulai dari Desember (akhir tahun) hingga Februari akhir, puncaknya yah,..sampe pertengahan Februari, setelah itu biasanya merupakan buah penghabisan musim, yah.., karena sisa biasanya kualitas rasanya juga sudah berkurang. Jadi kalau teman-teman tahun ini terlambat hunting, so plan untuk akhir tahun ini hingga Februari tahun depan yah,...hahahaha,.....................

Grebeg Durian Desa Kaligono - Kaligesing Purworejo

Minggu, 31 Januari 2016 saya bersama rekan-rekan mengunjungi acara festival Grebeg Durian di Desa Kaligono-Kaligesing Purworejo. Niat awalnya mau ikut lomba makan durian dengan membayar Rp. 20.000,-, namun setelah tahu pesertanya membludak mencapai 400 orang saya memilih mundur,..hahahhaa....
Namun demikian, Alhamdulillah saya bersama rekan-rekan mendapatkan durian gratis dari pemerintah daerah setempat dan makan duriannya di balai desa. Kegiatan ini selain memperkenalkan produk durian Desa Kaligono juga sekaligus menjadi ajang promosi desa wisata Kaligono yang juga memiliki beberapa obyek wisata yang patut dan layak dikunjungi seperti Goa Seplawan, Curug Siklotok, Taman Sidandang dan lainnya,...mmhhh....Alhamdulillah sih tiga tempat yang disebutkan tersebut saya sudah pernah mendatanginya....hahahaha..............
Menurut pak Suroto, selaku Kepala Desa Kaligono bahwa acara ini terselenggara berkat swadaya dari masyarakat, semua durian yang ada merupakan sumbangan warga, sementara untuk hadiah lomba dan doorprize berasal dari sponsor, dan berdasarkan pengamatan saya sepertinya sponsor utama acara ini adalah Bank BRI, karena semua panitia menggunakan kaos berlogo BRI.
Purworejo memang terkenal sebagai salah satu wilayah penghasil durian enak di Indonesia, dan ini memang telah saya buktikan semenjak dinas di wilayah ini, tercatat saya sudah dua kali musim panen durian disini (lebayyy....biar kesannya sudah lama, hahaha.....). Menurut informasi yang saya dapat masing-masing desa memiliki kebun durian sendiri dengan rasa yang unik, jadi katanya sih orang akan bisa membedakan apakah durian ini asli dari Purworejo atau daerah lainnya, demikian juga orang yang ngerti durian juga akan bisa membedakan apakah durian ini berasal dari desa Kaligono atau desa lain yang ada di Purworejo,...mantabbbbzzzz khan......
Baiklah,...lanjut yah ceritanya, setelah puas menyantap durian gratis plus teh manis dan soto mie di Balai Desa, kami melanjutkan hunting durian di rumah-rumah penduduk sekitar, sebab ternyata di area lomba panitia melarang penduduk menjual durian saat lomba berlangsung, sehingga bagi yang mau membeli diarahkan menuju rumah-rumah penduduk sekitar yang letaknya agak jauh dari area lomba.
Namun ternyata karena masih terbawa "aura" lomba dan peminat yang banyak, harga duriannya cenderung tinggi alias mahal, sehingga kami memutuskan untuk tidak membeli dan berniat membeli di sepanjang arah jalan pulang saja. Oyah, bicara tentang jalan,...karena membludaknya pengunjung membuat parkiran pun tumpah ruah hingga ke jalan, dan akibatnya jalan di area lomba macet total dan nyaris tidak bisa dilalui, alhasil saya dan rekan-rekan menunggu sedikit hingga agak lowong baru bisa jalan pulang. Karena macet sepanjang perjalanan pulang, kami akhirnya juga tidak memutuskan untuk membeli durian di sepanjang jalan pulang sebab jalanan yang sempit membuat kalau satu mobil berhenti saja macetnya sudah mengular, sehingga kami memutuskan untuk membeli durian di pasar Baledono Purworejo, karena menurut info disana terdapat banyak penjual durian dan murah.
 
And,.....Alhamdulillah cerita itu terbukti kebenarannya, di pasar ini banyak penjual durian dengan harga yang terjangkau alias bisa ditawar, kondisi durian bagus, wangi dan nyaris tanpa cacat. Setelah berhasil memilih durian yang kami anggap bagus, kami pun pulang dengan membawa durian, namun dampaknya mobil saya jadi wangi durian,..hahahahhaa.................

Sunday, January 31, 2016

Sudut Pandang ; Pesta Durian di Pekalongan dan Banjarnegara, Lanjut Wisata DIENG



Pertengan April 2014, trip Pekalongan-Banjarnegara-Dieng akhirnya terlaksana juga setelah tertunda beberapa kali. Trip pertama menuju kota Batik-Pekalongan, disini kami hanya mampir sebentar, namun walau sebentar kami sudah disuguhi durian yang enak bin legit. Makan sepuasnya tentu saja,...hahahaa,.....agak siangan dikit, kami melanjutkan dengan mengelilingi kota Pekalongan, tentu saja ke sentra penjualan batik dan kuliner. Khusus kuliner kami menyempatkan makan di Soto Tauto khas Pekalongan,..rasanya sesuai selera saya yakni pedas dan nikmat dengan harga yang sangat terjangkau.

Puas belanja batik dan kuliner kami menyempatkan diri berkunjung ke Bapas Pekalongan, tempat salah satu rekan kami yang pindah dinas kesini. Oyah,..karena hari itu juga bertepatan dengan hari Jumat kami juga menyempatkan diri untuk sholat Jumat di masjid depan Bapas Pekalongan.
Malam harinya kami melanjutkan perjalanan ke Banjarnegara, desa tempat salah satu rekan kami. Sekali lagi, setibanya disana kami langsung disuguhi durian khas Banjarnegara, tanpa pikir panjang kami pun melahapnya, untungnya diantara kami tidak ada yang pantangan makan durian,...hahahahahha............Oyah, selain durian saat itu juga sedang musim Manggis dan Salak, jadinya..yach kami bergantian makannya menyesuaikan dengan kondisi perut dan pencernaan...hahahahaha................
Keesokan harinya, pag-pagi sekali kami melanjutkan trip wisata menuju DIENG, sesuai rencana awal Dieng menjadi puncak trip kami kali ini. Perjalanan menuju Dieng ternyata begitu indah, view sepanjang jalan hingga jalan menanjak menjadi pemandangan tersendiri. Jujur saya katakan, wisata Dieng memang memberikan kenikmatan tersendiri selain kawahnya yang terkenal juga kita bisa berwisata sejarah karena juga terdapat beberapa candi, perkebunan sayur mayur di gunung dan lainnya.

Setiba di lokasi wisata Dieng kami langsung menuju spot spot lokasi wisata. Telaga warna, mengelilingi spot-spot goa (caves), hingga kawah gunung kami jalani. Kali ini saya tidak bisa banyak cerita tentang spot-spot lokasi yang kami kunjungi, karena selain terkesima dengan keindahan dan cerita di belakangnya, sya jadinya tidak sempat untuk banyak bertanya ke pemandu wisatanya.....(memang kami tidak pakai pemandu)....hahahahha............jadi, saya hanya akan posting beberapa fotonya saja,....

Goa (caves) berikut ini merupakan beberapa goa yang berada di Dieng yang dulu hingga kini masih digunakan untuk bertapa, semedi atau apalah namanya. Hal ini bisa terlihat dari masih adanya bekas-bekas dupa, kemenyan dan lainnya persembahan yang biasa dilakukan oleh orang yang bersemedi. Kondisi goa sengaja dikunci untuk menjaga keamanannya, karena menurut cerita pernah dulu anak kecil (pengunjung) tanpa sengaja masuk goa dan hilang.mmhhhh...........
Demikian sekelumit cerita travelling kami ke Pekalongan-Banjarnegara dan berakhir di Dieng, walau capek tapi puas,...perjalanan kembali ke Jakarta memang menjadi PR tersendiri, karena kami mesti melalui Pantura, berkejaran, berdampingan dan kebut-kebutan dengan truk kontainer, bus dan mobil pribadi lainnya,...hahahhha.........
======================================================