Showing posts with label Solo. Show all posts
Showing posts with label Solo. Show all posts

Tuesday, April 5, 2016

Trip Solo - Klaten; Umbul Manten dan Ponggok Part II

"...Ga pernah bosan..." adalah kata yang tepat untuk menggambarkan trip kali ini, yah...#explorejateng kembali dilakukan menuju kota Solo dan Klaten. Khusus kota Solo kali ini hanya fokus untuk wisata kuliner, sementara ke Klaten khusus wisata air, yakni trip Umbul Manten dan Umbul Ponggok sekaligus, pokoknya ga pernah bosan kalau wisata yang berhubungan dengan air, apalagi bisa nyebur dan berenang,...hahahhaa........
====================================================
Minggu, 03 April 2016 Trip Solo - Klaten dimulai dengan naik kereta Prameks alias Prambanan Express tujuan Solo dari Kutoarjo dengan tiket Rp. 15.000,- per orang, bersama teman saya; om Heru Maulana. Kereta berangkat jam 19.06 WIB dan tiba di Solo stasiun Purwosari sekitar jam 21.48 WIB, tidak menunggu lama kami sudah dijemput rekan kami di kota Solo dan langsung diajak untuk berkuliner ria, nasi liwet yang tradisional pinggir jalan hingga tempat nongkrong kekinian anak muda bernama Playground pun kami singgahi, larut malam...kami istirahat di tempat yang telah disediakan, yakni kos kosan,...hahahahhaa..........
 
Keesokan harinya tepat pukul 08.00 WIB menggunakan dua motor kami menuju Klaten dengan trip Umbul Manten dan Umbul Ponggok. Seru?,...sudah pasti apalagi teman saya om Heru Maulana yang baru kali ini kesini, terlihat sangat excited walau awalnya agak takut untuk menyelam, hehhhehe....maklum kan biasa kalau pertama kali pasti grogi....(ga nyambung...!!!!)...
 
Setelah lumayan puas meng-explore Umbul Manten yang bertarif Rp. 3.500,- per orang kami langsung meluncur ke Umbul Ponggok dengan kondisi masih basah,...karena dengan pemikiran toh kami akan nyebur lagi,..hehehhee....Tiba di lokasi karena hari minggu pengunjung terlihat lumayan padat, tapi itu tidak menyurutkan semangat kami, dengan tiket masuk Rp. 10.000,- per orang (weekend) kami memasuki area Ponggok, cari posisi istirahat sambil melihat situasi. Tak lama kami menemukan tempat makan sekaligus loker gratis, asal kita makan disana,..hehehe....sambil makan dan melihat-lihat, si mbak yang punya warung menawari kami sewa properti dan kamera biar dokumentasinya okeh punya...hehehee....mmhhh...setelah dipikir-pikir boleh juga, akhirnya kami sepakat untuk sewa properti berupa becak seharga Rp. 100.000,- dan sewa kamera untuk 30 menit seharga Rp. 60.000,- (kalau satu jam Rp. 100.000,-). Tidak lama kami pun beraksi dengan panduan kameraman-nya.
 
 
Ternyata melakukan sesi foto-foto di kedalaman 3 meter tidak segampang yang dibayangkan, untuk membuat tubuh bisa "tenggelam" kami dipasangkan alat pemberat di pinggang, tentunya ini juga tergantung orangnya, kalau kita merasa bisa menyelam maka tidak perlu dipasangkan alat pemberat. Kemudian untuk mendapatkan hasil yang bagus, kita harus mengikuti instruksi si tukang foto, karena kalau tidak hasilnya akan kurang maksimal. Oyah,...sesi foto kami juga agak sedikit terganggu karena banyak "bocornya" kalau bahasa fotografi, yak maklumlah hari itu pengunjungnya banyak, sehingga agak sulit mendapatkan gambar yang bersih tanpa ada gangguan foto kaki orang lain, hehehhee.......
Oyah, yang perlu banget dicatat tentang trip kami kemaren adalah kami nyaris tenggelam,..hahahhaa....Niatnya becak yang kami sewa endingnya kami mau foto berempat, namun karena becak yang terlalu kecil tidak kuat menopang kamisehingga terguling, alhasil kami panik, ditambah lagi salah satu diantara teman kami tidak terlalu pandai berenang,...Namun Alhamdulillah kami mampu menyelamatkan diri, karena walau salah satu teman kami sempat berteriak minta tolong tidak ada yang mendengar, kalaupun mendengar mungkin juga tidak peduli karena dikiranya kami main-main,..hahahaha....
Jadi, menurut saya sangat perlu mendengarkan instruksi dan peringatan dari pengelola untuk selalu peduli dan waspada, karena seperti pernah diberitakan sebelumnya ada juga beberapa orang yang meninggal karena tidak bisa berenang dan nekat ke area tengah tanpa pengaman di kedalaman 3 meter.
Well, mau lihat keseruan trip kami kali ini..?...lets check it out our Video......
============================================

Monday, January 18, 2016

Menengok Rumah Peninggalan Soeharto di Solo

Liburan ke Solo buat saya bukan sekali dua kali lagi, selama berdinas di Kutoarjo-Purworejo, saya sudah lupa berapa kali saya maen ke Solo dan sekitarnya.  Bagi saya yang ngangenin di Solo adalah makanan/kulinernya, favorite saya adalah Vin Selat dan kue-kue manisnya seperti roti maryam dan teman-temannya,..wah jadi ngiler lagi nih ngomongin makanan...hahahahhaa............Nah trip saya kali ini terjadi libur akhir tahun 2015 kemaren, tepatnya libur natal tanggal 25 Desember 2015, berbekal kangen makan selat saya infokan ke teman untuk ke Solo dan tentu saja minta ditemani, singkat cerita sampailah saya di Solo, langsung menuju Vin Selat yang terkenal itu dan tentu saja makaaaan!!!...hahahahhaa......
Libur natal kali ini ternyata bertepatan dengan hari Jumat, sehingga teman saya bertanya mau jumatan dimana, terserah saya bilang kalau bisa yang dekat juga dengan obyek wisata apa tapi masih seputaran kota Solo. Akhirnya dibawalah saya ke masjid yang awalnya saya tidak tahu masjid apa, teman saya cuma bilang masjid-nya pak Harto. Hari itu parkiran mobil sudah penuh, untung kami menggunakan sepeda motor, kami lanjut sholat Jumat disana hingga selesai.
 
Selesai jumatan saya bersama teman menuju lokasi rumah yang yang tepat berada disamping masjid. Rumah dengan gerbang kayu yang luas dan tempat pendopo khusus buat yang jaga, dimana kita disana harus mendaftarkan diri dan meninggalkan tanda pengenal, selanjutnya dipersilahkan memasuki area rumah dengan ditemani seorang guide. Yah,....ternyata memang rumah ini milik mantan penguasa negeri ini,...Bapak Soeharto...
 
 
Memasuki rumah utama jelas saya takjub dengan rumah ini, khas sekali, banyak foto-foto dokumentasi pak Harto dan keluarga termasuk silsilahnya, Guide-nya cerita dulu semasa hidup Pak Harto dan Bu Tien sering berkunjung ke rumah ini, namun setelah wafat anak-anak beliau tidak pernah ke rumah ini, sehingga otomatis rumah ini hanya dijaga untuk menjadi obyek wisata. Tidak banyak info yang saya dapat tentang rumah ini, karena sang guide tidak banyak menjelaskan kalau tidak ditanya, saya lebih asyiek memperhatikan foto-foto dan ornamen yang ada di dalam rumah lanjut berfoto,..hahahahhaa.......
Untuk mengobati panasaran saya tentang sejarah rumah ini, sayapun setelah pulang melakukan browsing tentang sejarah rumah ini, dan ini beberapa hal yang saya dapatkan tentang rumah ini :
  1. Bangunannya bergaya limas atau Joglo, dibangun tahun 1789;
  2. Menurut riwayat, sebelum tahun 1965 bangunan di atas tanah seluas satu hektar itu awalnya milik Paku Bowono X, lalu dihibahkan keputra bungsunya, Kanjeng Gusti Ratu Alit. Karena pemiliknya bernama Ratu Alit, maka tempat itu dinamakan Dalem Kalitan;
  3. Tempat ini lebih dikenal dengan nama Pendopo Dalem Kalitan Solo, Dalem Kalitan terletak di Kampung Kalitan Kelurahan Penumping Kecamatan Laweyan Solo, atau bersebelahan dengan Solo Paragon yang merupakan bangunan tertinggi di Solo;
  4. Beberapa tahun setelah Pak Harto menjadi presiden, Dalem Kalitan dibeli oleh Bu Tien Soeharto. Daripada jatuh ke tangan orang lain, maka tempat itu dibeli Bu Tien yang masih kerabat Keraton dari Mangkunegaran. Sejak saat itu, Dalem Kalitan seperti rumah kedua keluarga Pak Harto;
    Dalem Kalitan terdiri dari tiga bagian. Yaitu pendopo, ruang tengah atau pringgitan dan senthong (ruang tidur). Pendopo dulunya digunakan Pak Harto dan Bu Tien menemui tamu-tamunya. Sekarang, setelah keduanya tiada, pendopo biasa digunakan untuk ruang pertemuan bagi masyarakat umum. Sedangkan di ruang tengah sekarang ini banyak terdapat foto-foto Pak Harto dan Bu Tien, serta cinderamata dan penghargaan.

Tuesday, July 28, 2015

Sudut Pandang; Jawa Dwipa Heritage Resort and Convention, Obat Lelah Setelah Grojogan Sewu

Melanjutkan cerita trip sebelumnya yakni ke Grojogan Sewu tidak lengkap rasanya mampir ke Jawa Dwipa Heritage Resort and Convention. Resort ini berdasarkan referensi teman saya yang pernah mendapat job pra wedding disini, enak buat relaksasi di kolam renangnya sambil menikmati pemandangan resort dan sekitarnya. Alhasil tanpa pikir panjang saya pun mengiyakan untuk mampir ke tempat ini.

Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention memiliki bangunan dengan konsep candi peninggalan masa Majapahit menjadi magnet yang sangat kuat untuk setiap tamu yang melihatnya. Kesan heritage meninggalkan makna yang mendalam di setiap sisi balik di dalam maupun di luar. Kondisi ini tentu saja sangat cocok dengan suasana alam sekitar, kita serasa akan dibawa kembali ke jaman kerajaan ketika menyusuri setiap sisi bangunannya. Jadi, menurut teman saya karena keunikan inilah makanya resort ini acapkali disewa untuk acara pra wedding atau kegiatan lainnya seperti ultah dan pernikahan.

Kolam renang yang ada memang bukan kolam yang khusus untuk renang, melainkan lebih kepada "maen air" menurut saya, sehingga wajar kalau dalamnya cuma sedada orang dewasa. Air yang jernih dengan lokasi yang terbuka membuat view di wilayah kolam renang menjadi sangat indah, sehingga sangat bagus untuk spot foto (narsis lagi ahh....).



Kamar mandi bilas, termasuk beberapa kamar mandi lainnya yang disediakan untuk tamu sangat bersih dan indah, sehingga betah berlama-lama di kamar mandi,..hahahaha......
Yang saya cukup terkesan adalah makanan di kantinnya. Disana menyediakan beberapa jenis makanan dan minuman baik tradisional maupun agak western dikit. Menu yang saya coba tempe mendoannya, dan menurut saya kalau teman-teman kesana,...plisss dicobain...enak bangettt!!!...apalagi makannya habis "maen air", mendoannya masih panas, dilengkapi dengan jus jeruk....Mantabbb!!!! pokoknya....




 Jadi, menurut saya buat teman-teman.., tempat ini sangat recommended untuk relaksasi, melepas penat, apalagi liburan bersama keluarga atau pasangan. Dijamin sepulang dari sini anda akan semangat kembali untuk melanjutkan aktivitas harian...hahahahha......

"...Selamat Mencoba......"


Monday, July 27, 2015

Sudut Pandang; Menengok Keindahan Air Terjun Grojogan Sewu

  
 Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun yang berada di Jawa Tengah. Terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung Lawu. Grojogan Sewu terletak sekitar 27 km di sebelah timur Kota Karanganyar. Air terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu.


Perjalanan menuju lokasi ternyata lumayan sulit, yah wajarlah karena untuk kesana kita harus "mendaki" Gunung Lawu, jadi terus menanjak,...mmhhh...apalagi kita kesana menggunakan sepeda motor, kebayang kan bagaimana capek dan pegel nya., demi menikmati salah satu keindahan air terjun di Jawa Tengah. Karena saking capeknya akhirnya saya dan teman beberapa kali berhenti dan istirahat, selain kasian dengan motornya juga sekaligus menikmati keindahan alam dan segarnya udara.
 
  
Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meski air terjun di sini tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati di sini. Kata sewu atau seribu disini berasal dari seribu pecak, atau satuan jarak yang digunakan saat itu yang merupakan tinggi air terjun. Satu pecak sama dengan satu telapak kaki orang dewasa. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering.

Untuk menuju lokasi air terjun ternyata kita harus menuruni ribuan anak tangga, yah...teorinya kalau menuruni anak tangga tidak terlalu capek, walau tetap harus hati-hati karena lumayan licin, yang capek tentunya nanti setelah selesai, bayangkan ngos-ngosannya menaiki ribuan anak tangga, ingin rasanya naik lift atau eskalator.., tapi yah itulah serunya trip kali ini....... 

 










Sambil menuruni  anak tangga kita akan menemui komunitas monyet sepanjang tangga. Serunya yah melihat mereka dari dekat. Teman saya mengingatkan jangan sampai ada makanan atau minuman yang terlihat oleh monyet, sebab biasanya dengan cepat si monyet akan mengambilnya. Kemudian lebih baik mengalah kalau di tengah tangga ada monyet, biarkan saja mereka berlalu dengan sendirinya, baru setelah itu kita melanjutkan perjalanan....,...mmhhh....ada benernya juga sih....hehehehe....in real life, lebih baik jangan mendahului monyet, biarkan mereka lewat dulu, sing waras ngalah...hahahaha....(abaikan..)
Di lokasi dekat air terjun disediakan wahana kolam renang, tapi lebih cocok buat anak-anak yah.., dewaja juga boleh sih, tapi ya sama anaknya, hehehe.....
Toilet yang disediakan berih dan terawat dengan baik. Kemudian ada juga sarana flyng fox untuk merek yang mau uji nyali adrenalinnya, kalau saya kemarin cukup melihat saja,..heheheh.....
Tempat makan yang disediakan lumayan enak dan penjualnya pun ramah, jadi betah duduk-duduk di tempat makan sambil melihat air terjun. Buat teman-teman yang membawa kamera terutama kamera yang bagus yah (LSR, misalnya), hati-hati mengambil foto dekat air terjun, karena selain licin, juga percikan air terjunnya bisa membuat lensa kamera menjadi kabur atau blur, mending pake kamera HP saja seperti saya,..hehehehhee....lebih aman....(end)

Sunday, July 26, 2015

Sudut Pandang; One Nite @Sala View Hotel SOLO

Gagal pulang ke Jakarta pada weekend ini (24 s/d 26 Juli 2015) membawa sedikit kekecewaan buat saya. Hal ini dikarenakan lebaran ga bisa pulang karena tugas, dan tentu saja kangen rumah dan kangen adek-adekku disana. Arus balik lebaran tahap dua katanya menjadi penyebab tiket masih langka alias full terisi oleh pada pemudik. Karena terlanjur sudah packing, akhirnya saya mengalihkan trip saya tidak ke Jakarta melainkan ke Jogja dan Solo.

Tujuan trip kali ini adalah ME TIME,..yah lagi pengen sendiri tepatnya, walau ga sendiri-sendiri banget, karena saat muter-muter Jogja dan Solo saya minta temenin teman yang kebetulan ada waktu lowong alias tidak sedang kerja. 
Kali ini saya mau share pengalaman saya menginap di Hotel Sala View Solo, tempat dimana saya menginap semalam dan menikmati ME TIME saya, hehehee...Perjalan saya ke Solo dengan naik kereta api Prameks dari Jogja, kurang lebih jam 09.00 saya tiba di stasiun Purwosari-Solo. Kenapa turun di stasiun ini karena dari awal saya sudah memilih hotel Sala View untuk menginap dan kebetulan lokasinya tidak jauh dari stasiun tersebut, cukup dengan berjalan kaki.

Kenapa saya pilih hotel Sala View?,..karena salah satu tujuan ME TIME saya adalah mau mencari hotel yang ada kolam renangnya, nah kebetulan dari website yang saya lihat, hotel ini terdapat kolam renangnya di roof top nya, kemudian rate-nya lumayan terjangkau untuk traveller seperti saya. Namun sebaiknya saya sarankan kepada teman-teman yang mau pesan hotel lebih baik pesan or reservasi online daripada beli langsung di hotel, terbukti lebih murah beli online. Saya sebelumnya mencoba reservasi melalui situs traveloka, dimana disana tarif untuk tanggal yang saya pesan yaitu Rp. 370.000,- tapi karena lupa jangka waktu pembayaran, maka reservasi tersebut expired (jangan dicontoh, hehehe...), akhirnya saya beli di tempat, dan you know what...untuk type kamar yang sama harganya ternyata Rp. 450.000,- lumayan kan selisihnya..., tapi karena sudah terlanjur saya akhirnya tetap memesan kamar di hotel tersebut. 

berikut beberapa dokumentasiku selama di hotel, karena ini ME TIME, fotonya cenderung narsis sendiri yah...hehehheehhe....

 


Sudut Pandangku

Hotel ini menurut saya cukup recommended yah buat teman-teman yang mau travelling ke kota Solo, harganya lumayan terjangkau dengan fasilitas yang baik. Nyaman dan hangat;pegawainya ramah bahkan banyak memberikan info tentang beberapa tempat wisata yang ada di Solo. Untuk memesan taksi tidak sulit, karena pihak hotel menyediakannya.
Pelayanan kamar, makan, kebersihan menurut saya masuk kategori memuaskan.

View hotel ini juga lumayan indah. Tepat berhadapan dengan hotel ini adalah Hotel Aston, kemudian anda lapar dan bosan dengan makanan hotel?, maka tepat di depan hotel ada tempat makan sekalian nongkrong buka 24 jam demikian juga dengan angkringan sekitar hotel.
 

 












Yang sedikit kurang mungkin adalah kolam renang di roof top yang menurut saya terlalu kecil, bisa dikatakan kolam renang ini hanyalah untuk pemanis saja, tidak untuk berenang, jadi tujuan saya kemarin untuk berenang tidak terkabul karena hal itu. Obatnya ya lumayanlah view nya indah sesuai dengan promo nya bisa melihat keindahan kota solo dari atas, selain itu untuk spot foto juga lumayan bagus.
Hal lain yang sedikit mengganggu, yakni tepat di sebelah hotel saat ini sedang dilakukan pembangunan dengan menggunakan alat-alat berat. Cukup mengganggu penglihatan dan tentu saja polusi suara, namun ternyata menurut info lokasi tersebut akan dibangun hotel juga, yakni hotel Harris, ..wah bakal ada kompetitor baru ni....hehehehe..... 

Oyah, nyempil dikit ah,..kemarin kesempatan di Kota Solo saya sempatkan juga untuk berburu batik di PGS alias Pusat Grosir Solo, awalnya biasa saja melihat toko-tokonya karena pemandangan seperti ini baik di Jogja maupun Solo sudah biasa. Niat awalnya juga membelikan titipan batik adik-adik saya, namun apa daya kalau sudah lihat batik, saya lemah...hahahhaa.....
berikut beberapa dokumentasinya,.....