Showing posts with label Pantai. Show all posts
Showing posts with label Pantai. Show all posts

Wednesday, February 8, 2017

Explore Tanjung Lesung Banten

Wisata pantai di provinsi merupakan salah satu dari objek jenis objek wisata yang ada di Banten. Banten dahulu terkenal sebagai wilayah yang mempunyai pelabuhan strategis tempat berlabuhnya pelaut dari berbagai negera. Pantai Tanjung Lesung terletak di desa Tanjung Jaya kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang provinsi Banten. Posisinya terletak di sebelah barat kabupaten Pandeglang dan mempunyai luas sekitar 150 Ha. 
===========================

Explore Tanjung Lesung merupakan trip lanjutan dari trip sebelumnya yakni trip Baduy, dimana keesokan harinya tepatnya Minggu 05 Februari 2017 kami memutuskan untuk kembali explore Banten dan kali ini pilihannya adalah Tanjung Lesung. Pilihan ini lebih didasarkan pada jarak dan waktu, sebab menurut informasi, pantai ini jaraknya paling dekat dengan Rangkasbitung dibanding pantai atau lokasi wisata lainnya.

Perjalanan dari Rangkasbitung menuju Tanjung Lesung ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam dengan medan perjalanan yang lumayan menegangkan, dari jalanan aspal mulus, jalanan beton mulus, jalanan berlubang, bebatuan dan dihiasi dengan beberapa titik kemacetan, lumayan bikit rada pusing dan ngantuk,..hehehe....Jauhnya perjalanan membuat perut kami keroncongan, sehingga diputuskan untuk makan siang terlebih dahulu di lokasi yang sudah tidak jauh dari pantai, menu nya?, tentu saja ikan bakar,..cita rasanya?,..lumayan alias not bad lah untuk orang orang yang kelaparan,...Namun sekedar saran saja untuk teman-teman yang laparnya sudah akut, lebih baik tidak makan disini atau di tempat makan sebelum pantai, kenapa?,...lamanya seperti nunggu jodoh yang tak kunjung datang,...ahhahahahaha............

 

Explore pantai tanpa "nyebur" tentu kurang lengkap, walau kondisi lumayan panas terik karena kami datang pas di siang hari ditambah angin yang lumayan kencang tak menyurutkan kami untuk bergabung bersama pengunjung lainnya untuk bermain air,..hahahaha......Namun untuk renang kondisi saat itu kurang memungkinkan karena ombak yang lumayan kencang menyebabkan air sedikit keruh sehingga kalau hanya sekedar basah-basahan yah lumayanlah,...Nah, yang menarik di pantai ini adalah adanya ayunan yang dipasang di pantai yang sebelumnya belum ada, jadi lumayanlah ramai jadi rebutan pengunjung menjadi spot foto.


Secara umum fasilitas di pantai ini cukup baik, dimana terdapat restaurant dan fasilitas tempat mandi dan cuci bilas yang sangat terjaga kebersihannya. Demikian juga dengan beberapa fasilitas permainan air seperti banana boat, ski/motor air dan lainnya, yang sedikit kurang adalah kondisi pantainya sendiri, hal ini mungkin pengaruh cuaca, seperti yang saya sebutkan diawal air pantai yang keruh dan kerikil pinggir pantai yang dibiarkan tak beraturan sehingga cukup mengganggu apabila kita hendak ke pantai tanpa alas kaki.



Oyah, tiket masuk lokasi ini adalah Rp. 25.000,- per orang dengan tiket parkir untuk mobil adalah Rp. 5.000,- yang langsung dibayarkan di pintu masuk. Dengan biaya itu kita sudah free untuk beberapa fasilitas salah satunya adalah fasilitas toilet yang biasanya di beberapa pantai di tempat lain masih dipungut biaya. 
Untuk hiburan bersama keluarga atau teman lokasi ini bisa menjadi alternatif pilihan dari beberapa pantai yang ada di Banten, bagi anda yang menyukai tantangan ala backpacker disini juga menyediakan penginapan tenda dengan biaya Rp. 500.000,- per malam untuk dua orang.



===========================================

Tuesday, December 13, 2016

Melepas Lelah di Pulau Pahawang Lampung

Trip dadakan kali ini tertuju ke pulau pintu masuk menuju sumatera, yakni Pulau Pahawang Lampung. Dadakannya trip kali ini karena tidak begitu terencana, saya sebelumnya sudah seminggu menjadi bang Toyib alias tidak pulang ke rumah karena kesibukan kerja, pilihan Pulau Pahawang karena salah satu rekan akan pulang kesana,...cling!!! ide pun langsung muncul, sambil menyelam minum air begitulah kurang lebih yah,....
============================================
 
Trip to Pahawang Lampung kami lakukan pada hari Jumat tanggal 07 Oktober 2016 lalu. Start dari wilayah Ancol kami menuju pelabuhan Merak menyeberang ke pelabuhan Bakauheni dan langsung menuju hotel yang terlebih dahulu sudah dipesan, tengah malam kami tiba di hotel untuk istirahat biar besok bisa fresh menuju pulau yang dituju.


Berhubung ini trip dadakan, jadi jelas semua kurang terencana,..hahahah.....menghubungi beberapa teman di Lampung untuk mengantar pun pada tidak bisa karena kesibukan masing-masing, namun Alhamdulillah kami mendapatkan contact person salah seorang di Pahawang yang biasa membawa tamu menggunakan kapalnya. Mengandalkan GPS manual alias tanya sana sini, kurang lebih 45 menit kami tiba di dermaga penyebrangan, kami pun langsung disambut oleh Pak Jai (yang punya kapal sekaligus yang akan membawa kami). Sekali lagi karena ini dadakan, ternyata pengelola menghitung keberangkatan per kapal bukan per orang, satu kapal seharga Rp. 600.000,- tawar menawarpun terjadi, akhirnya disepakati Rp. 500.000,- sepuasnya artinya sampai malampun si bapak sanggup.....hahahahhaa...., namun tentu saja itu diluar alat alat snorkling yang kalau tidak salah Rp. 15.000,- per item. 
Perjalanan menuju Pulau Pahawang besar ditempuh kurang lebih satu jam dari dermaga. di Pahawang Besar kita bisa menemukan spot foto Selamat datang di Pahawang, syaratnya ya harus menyelam karena adanya di dalam air,..heheheh....saya pun tidak menyia nyiakan kesempatan tersebut, walau hasil fotonya kurang memuaskan tapi bagi saya cukup puas, karena saat itu gelombang air cukup kuat sehingga cukup sulit untuk menyelam apalagi saya men-challenge diri sendiri untuk tidak menggunakan alat sama sekali.
 
Puas di Pulau Pahawang Besar kami menuju Pahawang Kecil, disini jualannya adalah kita bisa melihat si NEMO dan karang karang yang indah, syaratnya yah mesti menyelam minimal snorkling lah,....saya dan rekan rekan pun tidak mau kehilangan moment tersebut, tantangannya arus gelombang ternyata lebih kencang dibanding di Pahawang Besar, susah payah namun pemandangan indah bawah laut kami dapatkan dengan menggunakan kamera Brica Alpha 5.
 
 
 
Puas menyelam ala ala, selanjutnya kami dibawa ke sebuah pulau (lupa namanya), dimana banyak kapal yang berlabuh disana, banyak pengunjung yang istirahat karena ternyata disini banyak spot foto yang bagus, kemudian hamparan pasir putihnya yang luas dan yang tidak kalah "bagus"nya ada warung kalau lapar,..hahahhaa............ oyah, di pulau ini juga terdapat vila pribadi milik orang asing (begitu sih menurut info yang punya warung), sayangnya karena milik pribadi, area ini terlarang untuk masuk kesana walau hanya sekedar foto foto.
 
 
Puas lagi dengan hamparan indahnya pasir dan view alam yang indah, kami selanjutnya diajak menuju pulau berikutnya yang lagi lagi saya lupa namanya. Pulau yang satu ini tidak seramai pulau sebelumnya, airnya super jernih dan bersih, terdapat beberapa rumah penduduk dan beberapa orang yang menginap di pulau tersebut.  
 
 
Kesan saya terhadap pulau ini "AJAIB!!!!!", semoga kebersihan dan keasrian pulau ini tetap terjaga walau pengunjung terus berdatangan. Datang lagi?,..tentu saja...saya sudah merencanakan untuk kembali explore karena sekali tentu tidaklah cukup, semoga ada waktu lagi untuk berkunjung kesana (end).

Tuesday, February 2, 2016

Pantai Parangtritis; Wisata Indah nan Murah di Yogyakarta

Pantai Parangtritis sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan.  Pantai ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai perwujudan kesatuan dari Gunung Merapi, Keraton Jogja dan Parangtritis sendiri. Sehingga masyarakat selalu menghubungkan bilamana ada fenomena alam yang sedang terjadi di antara ketiga tempat hal tersebut.
Parangtritis menurut kisah legenda pada zaman Kerajaan Majapahit, ada seorang pelarian dari kerajaan tersebut yang bernama Dipokusumo yang tempat itu sedang melakukan semedi, ketika sedang melakukan semedi, ia melihat air menetes (tumaritis) yang berasal dari celah-celah batu karang (parang). Kemudian Dipokusumo memberi nama daerah itu dengan "Parangtritis" yang artinya air yang menetes dari batu.
Parangtritis memiliki pemandangan yang unik yang tidak terdapat pada obyek wisata lain, yaitu pantai yang memiliki ombak yang besar dan terdapatnya gunung-gunung pasir disektar kawasana pantai tersebut yang disebut dengan gumuk. Pada musim kemarau angin biasanya akan bertiup lebih cepat dan ombak akan bisa mencapai ketinggian 2 – 3 meter. Karena ombaknya yang besar maka pengunjung Pantai Parangtritis dilarang untuk berenang di seputaran pantai, untuk itu sudah disediakan fasilitas pemandian umum yang bisa digunakan untuk para pengunjung yang ingin berenang dengan aman dan nyaman.
Berjarak sekitar 27 km arah selatan Yogyakarta dapat memilih 2 jalur yang dipakai untuk sampai ke lokasi ini. Yang pertama adalah jalur Yogyakarta – Jl. Parangtritis – Kretek – Parangtritis. Jalur yang kedua dari Yogyakarta – Imogiri – Parangtritis. Jalur yang kedua ini lebih jauh akan tetapi dalam perjalanannya anda akan mendapatkan pemandangan alam yang menarik lebih bagus dari pada menggunakan jalur yang pertama. Sepanjang jalan anda akan melawati persawahan yang menghijau, sungai yang berkelok perbukitan dan bila anda menyempatkan mengunjungi Makam Raja di Imogiri, maka anda akan mendapatkan sesuatu yang menarik di Imogiri.
Mayoritas wisatawan yang datang bersama keluarganya, mereke menikmati keindahan deburan ombak, anak-anak bermain, mandi di pinggir pantai, bermain layangan; angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun dan lainnya menikmati makanan yang disediakan oleh beberapa warung-warung di pinggir pantai. 
Saran saya untuk pengelola obyek wisata ini ada dua hal yakni soal kamar mandi bilas yang tidak terjaga kebersihannya dengan baik, bahkan cenderung tidak terawat, kemudian ketersediaan kotak sampah yang minim, saangat disayangkan banyak beberapa wisatawan membuang sampahnya sembarangan sehingga mengganggu keindahan pantai.
Bagi anda yang membawa anak-anak, selain bisa bermain pasir di tepi pantai juga terdapat semacam kolam renang yang terbuat dari terpal dengan aliran airnya dari selang yang tersambung dari rumah pedagang yang terletak di pinggir pantai,...ya lumayanlah mengobati keinginan anak anda untuk berenang karena pelarangan mandi di pantai.
Secara umum view yang diatawarkan oleh pantai ini cukup indah, namun sebaiknya tidak berkunjung kesini di siang hari seperti pengalaman saya, selain panasnya yang terik yang bisa membuat kulit gosong, juga pasir di sekitar pantai menjadi sangat panas, jadi kurang nyamanlah.....yang paling enak yah di pagi hari, sebelum jam 10 pagi atau di sore hari sambil menikmati indahnya matahari terbenam. 
Oyah, ada tips ni buat teman-teman yang berkunjung kesini atau ke pantai lainnya, karena kencangnya ombak dan percikannya tanpa terasa lensa kaca mata saya dan lensa kamera menjadi blur alias berembun dengan percikan air laut, jadi sebaiknya lindungi terus lensa kamera anda, karena menurut teman saya akibatnya terhadap lensa bisa permanen sehingga tidak tajam lagi, sementara kalau kaca mata, yah gimana kalau kita ga pakai ga bisa lihat dunk,...hahahaha.....jadi bisa lah ntar setelahnya dibersihkan dengan cairan pembersih kaca mata.