Tuesday, May 30, 2017

"Me Time" Kedua Bersama Kk Edgar


"Me Time" kedua bersama kakak Edgar kali ini mengunjungi restoran yang sama seperti yang pertama, karena ternyata kakak sangat suka dengan masakan jepang, apalagi penyajiannya menggunakan mobil-mobilan membuat dia makin excited....Berikut video singkat sehari bersama kakak Edgar.


========================================

Monday, April 17, 2017

Edisi Travel on Duty; Pulkam Tengok Kebon Kopi di Pagar Alam

=========================================================== 
Kesempatan dinas di Palembang tidak saya sia siakan untuk sekalian extend pulang ke kampung halaman tercinta; Pagar Alam. Dalam kesempatan ini, saya pulang khusus untuk berkunjung ke Kebon Kopi yang berada di Bukit dan dekat rumah, tujuannya untuk melihat kondisi panen tahun ini sekaligus untuk mengetahui batas-batasnya dengan kebon orang lain.
Berikut video dokumentasi perjalanan saya selama meninjau kebon kopi milik ortu baik yang ada di bukit (karena memang di perbukitan dan jauh), maupun yang di dekat rumah :

Trip Kebon Kopi di Bukit


Sayuran di Seputar Kebon Kopi


Kebon Kopi di Batu Besak


Wednesday, April 5, 2017

One Day Trip to Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk di Utara Jakarta

Tergiur dengan indahnya postingan di Instagram tentang Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, membuat saya dan rekan menyempatkan diri untuk berkunjung kesini. Berlokasi tidak jauh dari Bandara Udara Seokarno Hatta menjadikannya pemandangan tersendiri, dimana kita bisa melihat pesawat terbang dalam ketinggian yang lumayan rendah,....Yah,,..buat warga Jakarta dan sekitarnya yang bosen liburan nge mall terus, tempat ini bisa menjadi alternatif pilihan wisata.
====================================================
Minggu, 02 April 2017 dengan menggunakan kendaraan roda empat kami berangkat menuju Hutan Mangrove yang berlokasi di wilayah Jakarta Utara, tidak sulit menemukan lokasi ini karena searah kalau kita mau ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, walau faktanya kami sempet "nyasar" juga, karena salah keluar tol...hehehhe.......


HTM wisata alam Hutan Mangrove sebesar Rp. 25.000/orang untuk wisatawan nusantara dan Rp. 250.000 untuk wisatawan mancanegara. Tidak jauh setelah loket penjualan tiket ada Masjid Al Hikmah di sebelah kiri jalan. Lurus terus merupakan tempat parkir dan tempat pengecekan tiket wisata. Kantin hanya ada satu, lokasinya tidak jauh dari tempat pengecekan tiket masuk. Kantin ini menyediakan minuman dingin, snack/gorengan, popmie, tapi tidak menyediakan makanan berat (nasi). Satu komplek dengan kantin, ada juga mushola dan toilet.



Oyah,….di tempat pengecekan tiket, petugas akan menanyakan apakah wisatawan membawa kamera selain hp atau tidak. Pengunjung dilarang membawa kamera, sehingga diminta untuk menitipkannya, apabila kedapatan membawa kamera akan di denda sebesar Rp. 1.500.000,- . Untuk hal ini masih menjadi tanda tanya besar bagi saya pribadi, petugas pun tidak memberikan jawaban yang jelas tentang pelarangan membawa kamera ini (mungkin ada yang bisa bantu jawab???),….


 

Berikut ini informasi tentang Taman Wisata Alam Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta :
🏤Lokasi & Kantor :
Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Kapuk Muara
Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
Telp. 021-2903 3066 / 0815 8030 933 / 0819 3225 4370
Fax. 021-2903 3077
🎫Tiket Rekreasi:
Turis Nusantara Rp. 25.000
Turis Mancanegara Rp. 250.000
Parkir Motor Rp. 5000/unit
Parkir Mobil Rp. 10.000/unit
Parkir Bus Rp. 50.000/unit
🎫Tiket Wisata Air:
Naik perahu Rp. 250.000/6 orang/perahu
Naik perahu Rp. 350.000/8 orang/perahu
Kano & Perahu Dayung Rp. 100.000/45 menit


Buat rekan-rekan yang hendak berkunjung kesini di siang hari, saya sarankan membawa topi atau bahkan paying, sebab pengalaman saya kemarin cuaca begitu terik, setelah itu tiba-tiba mendadak hujan deras, jadi pepatah yang berbunyi sedia payung sebelum hujan, memang benar adanya,..hehehehee…..


Ada sedikit catatan bagi saya terhadap lokasi ini yakni  soal kebesihan dan perawatan. Dalam hal kebersihan banyak sampah berserakan, kepedulian pengunjung untuk membuat sampah pada tempatnya terlihat kurang, mungkin sampah sampah yang ada tidak hanya disebabkan dari pengunjung, bisa jadi bawaan dari arus air laut. Minimnya tempat sampah juga menjadi catatan tersendiri, padahal pengunjung diperbolehkan membawa makanan dan banyak duduk duduk di beberapa area spot, namun sangat jarang ada tempat sampah.



Dalam hal perawatan, sudah banyak jembatan yang sudah rusak dan hanya ditambal seadanya dengan kayu atau papan, memang saat kami berkunjung sedang dilakukan penggantian jembatan dari jembatan bambu menjadi kayu papan semoga nantinya akan terlihat makin indah dan kokoh.  Kemudian rumah atau pondok atau apalah namanya yang terdapat pada pinggir jembatan terlihat tidak terawatt, terkunci, tidak jelas untuk apa keperuntukannya. Hemat saya alangkah baiknya tempat tersebut disewakan sebagai tempat istirahat pengunjung sehingga manfaatnya jelas bukan hanya sekedar hiasan (end).

Monday, March 27, 2017

"Me Time" with the One and Only Kakak Edgar

Minggu, 26 Maret 2017 saatnya "me time"bersama jagoan tersayang kakak Muhammad Edgar Al Farizi, serangkaian rencana telah disiapkan,..nge mall, nonton, makan, beli maenan dan lainnya,..untungnya semua disetujui kakak, dengan syarat utama adalah beli maenan,...hahahhaha.....
==================================================

Jujur tak bisa diungkapkan dengan kata kata betapa bahagianya waktu bersama kk Edgar, sehingga saya hanya ingin memposting dua video berikut ini yang merupakan rangkuman kegiatan kami seharian,...waktu terasa kurang, namun Insya Allah masih banyak waktu bersama kami di hari-hari berikutnya,...Amieen...



=========================================

Sunday, March 19, 2017

Explore Solo ; Umbul Pengging plus Kulineran


 Pemandian Umbul Pengging tidak saja menjanjikan kesegaran airnya karena bersumber dari mata air murni (tuk/ umbul) tetapi juga menyimpan cerita mistis penuh dengan sejarah tradisi. Memiliki 3 sumber mata air (Umbul Penganten, Umbul Ngabean, dan Umbul Duda). Tempat ini pernah menjadi tempat pemandian SISKS Paku Buwono X (Raja Keraton Surakarta : 1893-1939). Ketiga umbul ini merupakan peninggalan Ki Ageng Pengging pada zaman peralihan Majapahit ke Demak. Jika di Yogyakarta ada Taman Sari, maka Boyolali ada Umbul Pengging. Umbul Pengging dikenal pula dengan sebutan Umbul Tirto Marto. Dulunya Umbul Pengging merupakan salah satu area yang digunakan sebagai tempat bersantai untuk raja dan keluarganya.
============================================

Sabtu, 18 Maret 2017; Trip #exploresolo kali ini kami dibawa ke area Pemandian para raja (begitu kata teman saya), yakni Umbul Pengging yang berlokasi di Boyolali. Tepat jam 09.00 WIB kami berangkat dari hotel menuju lokasi dengan menggunakan mobil kami tempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit. Dengan tiket masuk Rp. 3.000,- per orang kami memasuki kawasan pemandian,  oyah,.tiket yang tergolong murah ini belum termasuk parkir yah,…..


Menurut cerita masyarakat setempat, pada awalnya pemandian ini merupakan tempat bersantai raja dan keluarganya. Hal ini tampak dari bangunan tempat peristirahatan yang berada di dekat kolam pemandian ini. Pada zaman dahulu, pemandian ini tidak dibuka untuk masyarakat umum. Namun seiring berjalannya waktu, Pemandian Umbul Pengging kini bebas dimasuki setiap pengunjung yang ingin menikmati keindahan pemandangan taman dan kesejukan airnya. Umbul Pengging merupakan kawasan wisata yang memadukan antara wisata sejarah, wisata budaya, dan wisata alam dalam satu kawasan.


Di Umbul Pengging juga terdapat kolam bermain anak, area pemancingan, lapangan tenis hingga rumah makan lesehan. Selain cocok untuk dijadikan area wisata keluarga, Umbul Pengging merupakan salah satu pilihan padusan di kawasan Boyolali. Padusan merupakan ritual mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa. Menurut info rekan kami yang membawa kami kesini, ritual memang sudah jarang dilakukan, namun tetap ada, misalnya setiap malam Jumat, ada saja orang yang dating untuk mandi untuk tujuan tertentu.
Nama Pengging disebut-sebut dalam legenda Rara Jonggrang tentang pembangunan komplek Candi Prambanan. Selanjutnya, dalam sejumlah babad yang menerangkan penyebaran agama Islam di selatan Jawa wilayah ini kembali disebut-sebut, dengan tokohnya Ki Ageng Pengging.
Tokoh ini dikenal sebagai pemberontak di wilayah Kesultanan Demak. Kalangan sejarah di Jawa banyak yang menganggap bahwa Pengging adalah cikal-bakal Kerajaan Pajang, kerajaan yang mengambil alih kekuasaan di Jawa setelah Kesultanan Demakuntuh.
Semenjak berkembangnya Kesultanan Mataram dan masa-masa selanjutnya, wilayah Pengging kehilangan kepentingannya dan pusat pemerintahannya berangsur-angsur menjadi tempat untuk pelaksanaan ritual bagi keluarga penerus Mataram. Pengelolaan situs sejarah ini pada masa kolonial dilakukan oleh pihak Kasunanan Surakarta dan sekarang tanggung jawab berada di tangan Pemerintah Kabupaten Boyolali.  


Sebagaimana telah dijelaskan di awal, di area pemandian ini terdapat tiga umbul yakni Umbul Penganten, Umbul Ngabean dan Umbul Dudo. Kami tidak ke Umbul Penganten, namun menurut rekan saya umbulnya berbentuk kotak atau persegi empat sama seperti Umbul Dudo. Tiket masuknya pun sangatlah murah yakni Rp. 2.000,- per orang, sementara Umbul Ngabean tempat kami mandi (maen air tepatnya) berbentuk lingkaran dan lebih luas dibanding dua umbul lainnya, mungkin karena lebih luas maka pengunjung di tempat ini juga lebih banyak. Untuk anda yang capek dan lapar habis main air, di area ini juga terdapat penjual makanan dan minuman sehingga kita bias menikmati indahnya umbul sambal makan gorengan dan minum es the manis atau air jeruk misalnya,….hehehehe…..


Puas mandi sekaligus main air kami bersiap menuju tempat lain yakni kulineran, ternyata kami diajak makan di tempat yang masih satu lokasi dengan Umbul Pengging, tempatnya sederhana, sampai saya tidak merasa begitu yakin untuk makan disini. Nama tempatnya Warung Mbah MUL, dimana menu utamanya adalah soto dan Risol Solo (yang katanya memang cuma ada di Solo,..heheheh). Setelah makan, tempat ini sangat rekomen banget ya,…soto nya enak dan murah plus risol khas Solo nya yang super ueenak….


Explore kuliner Solo rasanya tidaklah cukup kalau hanya satu tempat, di malam harinya kami melanjutkan kulineran di Raja Laut, tentu saja all menunya adalah makanan laut,hehhe…..tujuan utama makan seafood sebenarnya bukan tempat ini, namun ternyata tempat yang kami tuju suda habis, jadilah kami “nyifood”di tempat ini, makanannya tidak kalah enak dan tempatnya asik buat nongkrong.


Kenyang makan seafood, untuk menurunkan isi perut sejenak kami lepaskan dengan mengunjungi salah satu tempat karoeke keluarga di Solo, puas mengeluarkan suara sumbang kami, kami melanjutkan kulineran “nyusu”di Susu Murni SHI JACK. Tempat yang sudah terkenal ini baik di Yogya maupun Solo, kami manfaatkan dengan menikmati susu panas berikut nasi kucingnya.


 ============================================================

Wednesday, March 15, 2017

One Day Trip to Pemandian Air Panas Ciseeng Bogor

Kolam Air Panas Tirta Sanita Ciseeng terletak di Jalan Cogreg, Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Bogor. Pemandian air panas ini berjarak sekitar 50 km dari kota Jakarta atau 1,5 jam perjalanan dengan mobil. Berdasarkan penelitan TEMAC Thai Engineering Materials Analysis, C. Ltd., air panas di Tirta Sanita Ciseeng berasal dari gunung kapur yang mengandung belerang alami dan bermanfaat untuk mengobati penyakit tulang maupun kulit. Selain itu, air panas di Tirta Sanita Ciseeng juga mengandung garam yang dapat membuat kulit menjadi semakin mulus setelah berendam.
====================================================
One Day Trip ini masih merupakan rangkaian perjalanan sebelumnya di hari yang sama, yakni trip ke Gunung Munara. Setelah lelah dengan pendakian gunung munara, kami memutuskan untuk menuju pemandian ini karena masih dalam satu area dan tentunya godaan foto foto di instagram yang membuat kami makin penasaran untuk ke tempat ini.



Harga tiket masuk pemandian Tirta Sanita adalah 12.000 Rupiah (hari libur) dan 10.000 Rupiah (hari biasa) untuk dewasa, dan 8.000 Rupiah untuk anak di hari biasa maupun di hari libur. Tarif parkir adalah 3.000 Rupiah untuk motor, 5.000 Rupiah untuk mobil, dan 10.000 Rupiah untuk bus. Namun Anda harus berhati-hati, karena terkadang ada penjual tiket liar yang menjual tiket seharga 40.000 Rupiah. Biasanya penjual tiket liar ini berada di pintu masuk non-resmi Tirta Sanita. Untuk kolam rendam, dikenakan tarif 5.000 Rupiah per orangnya.



Sebagaimana layaknya pemandian air panas lainnya,...menikmati air panas belerang adalah dengan berendam sambil membersihkan kulit, hawa panasnya membuat rileks dan nyaman.

Berhubung kami datangnya sudah sore hari dan cuaca juga gerimis, pengelola memberikan peringatan untuk tidak mandi atau berendam di kolam air panas yang terbuka, karena sangat rawan petir, sehingga kami diarahkan untuk berendam di kolam yang ada tutupnya. Kalau saya amati, semakin malam tempat ini makin ramai, sepertinya banyak orang yang datang mungkin sekaligus untuk terapi kesehatan.
  

Transportasi...🏍

Untuk mengakses pemandian ini, dapat ditempuh melalui:
  1. Jalur Bogor – Jampang hingga ke perempatan Ciseeng, kemudian ambil jalan lurus ke gunung kapur.
  2. Dari Bogor menuju Pasar Parung – Bojong Indah, kemudian ambil jalan ke kiri menuju gunung kapur.
  3. Dari Jakarta, jalan menuju Tirta Sanita sebaiknya melalui tol Pondok Indah – Serpong kemudian melewati Muncul / Puspitek sampai ke perempatan Pasar Prungpung dan ambil jalan lurus kurang lebih 4 km menuju lokasi yang berada di kiri jalan.
  4. Dari Pasar Ciputat, Jakarta menuju ke Parung kemudian ambil jalan belok ke kanan menuju Ciseeng.
  5. Jika tidak melalui tol, dari Jakarta menuju Tirta Sanita Ciseeng dapat diakses dari Lebak Bulus – Pondok Cabe – Parung – belok kanan menuju Ciseeng.
  6. Dari Depok ke Sawangan menuju Pasar Parung kemudian lurus ke gunung kapur.
  7. Dari Tangerang menuju Serpong kemudian Puspitek – Pasar Prumpung lalu lurus ke arah gunung kapur.

Jika menggunakan transportasi umum, gunakan angkot D-29 dari Ciputat yang menuju Parung, kemudian berhenti di pertigaan menuju Ciseeng (Anda dapat bertanya kepada sopir angkot jika tidak tahu), dan naik angkot lagi jurusan Ciseeng – Muncul (semua angkot menuju pemandian air panas Tirta Sanita) atau naik ojek menuju Tirta Sanita Ciseeng. 


===========================================